Belajar & Berbagi

Mengenal Reksa Dana

Reksa Dana “Wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”


Istilah yang terkait Reksa Dana
• Nilai Aktiva Bersih - NAB
• Unit Penyertaan
• Manajer Investasi
• Bank Kustodian
• Agen Penjual Reksa Dana
• Redemption
Prospektus

Jenis-jenis Reksa Dana :

1. Reksa Dana Berdasarkan Bentuknya :
• Perseroan : adalah emiten yang kegiatan usahanya menghimpun dana dengan menjual saham, selanjutnya dana hasil penjualan saham tersebut diinvestasikan kembali pada berbagai jenis efek pasar modal atau pasar uang.
• Kontrak Investasi Kolektif - KIK : adalah kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Unit Penyertaan dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif.

2. Reksa Dana Berdasarkan Sifatnya :
• Terbuka : adalah Reksa Dana yang dapat menawarkan dan membeli saham-sahamnya dari pemodal sampai dengan sejumlah modal yang telah dikeluarkan.
• Tertutup : adalah Reksa Dana yang tidak dapat membeli kembali saham-saham yang telah dijual kepada pemodal.

** Reksa Dana KIK termasuk jenis Reksa Dana terbuka, sedangkan Reksa Dana Perseroan termasuk Reksa Dana Tertutup.

3. Reksa Dana Berdasarkan Portofolionya :
• Pendapatan Tetap : minimal 80% dari aset Reksa Dana diinvestasikan pada Efek pendapatan tetap, serta maksimal 20% diinvestasikan pada instrumen pasar uang.
• Saham : minimal 80% dari aset Reksa Dana diinvestasikan pada Efek Saham, serta maksimal 20% diinvestasikan pada instrumen pasar uang.
• Campuran : maksimal 50% dari aset Reksa Dana diinvestasikan pada Efek pendapatan tetap dan pasar uang, serta maksimal 50% diinvestasikan pada instrumen saham.
• Pasar Uang : seluruh aset Reksa Dana diinvestasikan pada instrumen pasar uang atau instrumen pasar modal yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Baca juga : 


Popular Posts