Belajar & Berbagi

Mempunyai Utang Itu, Baik atau Buruk?

Utang baik, utang buruk
'Kalau kita tidak punya utang, kita susah untuk mempunyai sesuatu'. Ungkapan seperti itu banyak kita dengar dari para orang tua, termasuk orang tua Anda mungkin.
Yang mereka maksud adalah seperti ini, salah satunya, kita ingin mempunyai sebuah motor baru, tetapi tidak punya uang sebanyak harga motor tersebut. Menurut mereka, solusinya adalah membeli motor tersebut dengan cara kredit (berutang).


Singkat kata, dua atau tiga tahun kemudian, cicilan pun lunas, dan motor sudah sepenuhnya jadi milik kita. Lalu mereka berkata, 'coba kalau tidak kredit, kita tidak akan punya motor'. Dengan kata lain, yang mereka katakan adalah, bahwa dengan punya utang, kita jadi mempunyai penggerak untuk memaksakan diri / selalu berusaha mencari uang.

Apa yang diceritakan tadi, bagi sebagian orang akan berpendapat bahwa hal itu adalah benar, tetapi mungkin bagi sebagian yang lain merasa bahwa itu adalah hal yang tidak baik.

Saya pernah mengalami punya utang kredit motor. Pada awalnya, membayar cicilan tiap bulan itu bukan suatu hal yang menjadi beban, tapi beberapa bulan kemudian, jadi timbul perasaan, seakan-akan kita kena palak. Setiap bulan, uang gaji dari hasil kerja keras, banting tulang, sebagian harus disetor ke pihak lain (membayar cicilan utang kredit motor). Padahal hal itu memang adalah kewajiban saya. Motor itu dibeli dengan utang, dan saya membayarnya dengan cara mencicil. Tapi kenapa bisa ada perasaan yang tidak enak seperti tadi?
Selanjutnya lahirlah sebuah pertanyaan, apakah ada cara lain untuk mempunyai sesuatu tanpa harus berutang?.

Cerita tadi hanyalah sebuah cerita kecil tentang mempunyai utang.
Lalu, apakah mempunyai utang itu adalah hal yang baik atau buruk?

Bagi Anda yang sedang kepikiran untuk mempunyai utang, mungkin perlu untuk mengetahui, bahwa ada dua jenis utang, yaitu utang baik dan utang buruk. Di dalam buku karya Robert T. Kiyosaki, banyak menjelaskan tentang kedua jenis utang tersebut.

Utang baik adalah ketika kita berutang / meminjam uang, uang tersebut dibelanjakan untuk sesuatu yang bisa menghasilkan uang, misalnya pinjam uang untuk membangun rumah kontrakan, dan lain-lain.

Sementara utang buruk adalah ketika kita mempunyai utang ke Bank atau tempat lain dan uang tersebut dipakai untuk mendekorasi rumah, membeli pakaian, dan sebagainya.

Kesimpulannya, berutang itu bisa menjadi hal baik tapi bisa juga menjadi hal buruk.
Bila mempunyai utang untuk dipakai pada hal-hal yang produktif, mungkin itu akan menjadi utang yang baik, dan sebaliknya, bila mempunyai utang untuk dipakai pada hal-hal yang konsumtif, itu bisa jadi adalah utang yang buruk.
Utang baik = bisa mendapatkan penghasilan.
Utang buruk = tidak memberikan penghasilan.

Setiap orang punya pendapat berbeda tentang mempunyai utang.
Bagaimana dengan Anda ?

Baca juga :

Popular Posts