Belajar & Berbagi

Tangan di Atas

Tangan di Atas
Gambar dari Google Advanced Image Search with free to use, share or modify, even commercially
Kali ini, saya tertarik untuk sedikit menceritakan tentang obrolan dengan seorang teman mengenai sedekah. Selain itu, ada cerita dari Robert T. Kiyosaki tentang mengembalikan kepada masyarakat, dan juga tentang ajaran Islam terkait dengan sedekah.

Di awal-awal Bulan Ramadhan 1436 H ini, saya teringat seorang teman. Dari sekian ratus atau sekian ribu teman, dia adalah salah satu teman yang saya merasa dekat dengannya, dan dia juga termasuk salah satu teman yang sukses di mata banyak masyarakat.
Lebaran nanti, si teman tersebut menjalani salah satu kegiatan rutinnya, membagikan sebagian rezekinya kepada anak-anak yatim di sekitar lingkungan keluarganya.

Sukses dengan Mengembalikan Kepada Masyarakat


Tulisan ini membahas tentang cerita sebagian orang sukses yang katanya mereka suka mengembalikan sebagian keuntungan dari usahanya kepada masyarakat, dalam bentuk sumbangan kepada pihak-pihak tertentu yang membutuhkan. Teman saya yang tadi pun pernah mengatakan hal seperti ini. Menurutnya, banyak orang sukses yang dia temui suka membagikan sebagian hartanya kepada masyarakat, dan itu menjadi salah satu ciri orang sukses. Jadi, menurutnya lagi, untuk bisa sukses, sering-seringlah membagikan sebagian rezeki kita kepada masyarakat.

Perkataan teman tadi, sama dengan apa yang dikatakan Robert T. Kiyosaki, bahwa ayah kayanya selalu mengajarkan tentang mengembalikan sebagian harta kepada masyarakat, dan itu menjadi salah satu ciri orang sukses.

Teman saya tadi juga menyebutkan salah satu perbedaan antara orang kaya dengan orang miskin, yaitu orang kaya suka memberi dan orang miskin suka menerima. Bila ingin kaya, posisikan diri kita seperti orang kaya, yaitu dengan belajar untuk mencoba menjadi orang suka memberi.

Sementara itu, dalam ajaran agama Islam, Allah SWT menerangkan, bahwa akan mengganti sepuluh kali lipat atas yang dikeluarkan seseorang dalam bersedekah (memberi kepada orang lain)

Ada kesamaan antara ajaran sedekah di dalam Islam, dengan yang diceritakan seorang teman tadi, juga dengan apa yang di ceritakan oleh Robert T. kiyosaki. Kesamaannya adalah, bahwa memberi kan sebagian harta kepada orang lain akan mendatangkan keberlimpahan, kesuksesan, kekayaan, dan sebagainya.

Ada satu cerita lagi yang pernah saya baca di sebuah tabloid, yang menceritakan tentang kebiasaan pemilik sebuah minimarket yang sering memperbanyak sedekahnya, apalagi ketika minimarketnya sedang sepi.
Ketika omsetnya menurun, alih-alih memarahi karyawan, si pemilik minimarket ini malah memperbesar sedekahnya termasuk menaikkan gaji para karyawannya.

Sebagai seorang muslim, diajarkan tentang tangan di atas yang lebih baik dibanding tangan di bawah. Memberi lebih baik ketimbang menerima. Momentum Ramadhan, bagus sekali untuk belajar memberi walau itu sedikit, mulailah dengan memberikan senyuman.

Apapun bahasanya, sedekah, memberi atau mengembalikan kepada masyarakat, apabila yakin, ini adalah jalan menuju kesuksesan. Minimalnya, kita akan menerima sepuluh kali lipat dari apa yang kita keluarkan. Sebagai muslim, jangan lupa bahwa semua ini hanya semata untuk beribadah.

Sudahkah Anda bersedekah hari ini ?

Baca juga :

Popular Posts

Get Paid to View Sites