Belajar & Berbagi

Beda Antara Berdagang dan Berbisnis

Beda Antara Berdagang dan Berbisnis

Berdagang atau berbisnis adalah kegiatan yang seperti sama di mata banyak orang. Padahal dua kegiatan ini memang berbeda.


Menurut Tung Desem Waringin, dalam dunia investasi terdapat 3 jenis orang yakni pedagang , investor dan penjudi.

Pedagang adalah seseorang yang ketika membeli barang, dia sudah bisa mengetahui berapa harga jualnya. Misalkan dia membeli sapi di kota A seharga Rp. 10.000.000,- dan bisa menjual
di kota B dengan harga jual Rp. 15.000.000,- maka dia dikategorikan sebagai pedagang.

Yang kedua adalah investor, yaitu misalnya ketika dia membeli sapi, dia tidak berencana untuk
menjual sapi tersebut, tetapi menjual hasil dari investasi membeli sapi tersebut. Yang dia jual adalah anak sapinya, atau susunya. Sementara sapi yang dia beli itu baru akan di jual ketika sudah tidak produktif lagi.

Yang ketiga, yang kebanyakan orang lakukan adalah berinvestasi seperti penjudi, mereka membeli sesuatu bentuk investasi, dan berharap besok harganya akan naik.

Kembali lagi kepada tentang berdagang dan berbisnis. Berdasar pengertian di atas, maka berdagang adalah hal yang paling gampang di lakukan dan memang banyak di lakukan orang.
Untuk berdagang, kita hanya perlu pergi ke pasar atau ke toko grosir, lalu menjual barang yang kita beli dengan harga lebih tinggi dari harga kita membeli tadi.

Sementara berbisnis, ini adalah suatu kegiatan niaga yang lebih umum lagi. Menurut Robert T. Kiyosaki, berbisnis ini bisa masuk ke kuadran kiri (Self Employed) atau kuadran kanan (Business). Yang membedakannya adalah seandainya Anda meninggalkannya dalam jangka waktu tertentu misalnya satu tahun, apakah bisnis itu berkembang atau malah merosot. Bila merosot, maka bisnis anda adalah pekerjaan Anda. Untuk bisa berkembang, Anda perlu terus bekerja di dalamnya. Maka ini di sebut Self Emploed.

Berbisnis yang masuk kategori kuadran kanan adalah kegiatan membangun aset, seperti orang yang bertipe investor dalam dunia investasi tadi.
Dalam bisnis yang di maksud ini, kita harus menjadikan bekerja itu untuk belajar, jangan menjadikan bekerja untuk uang.
Tapi kebanyakan orang hanya mengetahui bekerja keras sebagai jalan untuk mendapatkan uang.

Sebagian orang yang lulus sekolah, mereka terus bekerja dan tidak sempat belajar lagi. Mereka terjebak rutinitas kerja mencari uang. Sebagian yang lain begitu lulus sekolah mereka bekerja, dan sehabis kerja mereka melanjutkan sekolah lagi. Tujuannya adalah untuk mempunyai keterampilan lebih kompeten lagi sehingga mempunyai gaji yang lebih baik lagi. Ternyata hanya sebagian kecil orang yang bekerja untuk belajar, bagaimana menjadi kaya, sukses, dan lain-lain.

Untuk mempunyai bisnis di kuadran kanan, kita perlu untuk belajar. Belajar membuat sistem. Belajar bagaimana memimpin orang. Belajar bagaimana menciptakan pemimpin. Belajar bagaimana bisnis akan terus berkembang tanpa kita terus terlibat di dalamnya.

Baca juga :


Popular Posts