Belajar & Berbagi

Perbedaan Orang Kaya dan Orang Miskin

Perbedaan Orang Kaya dan Orang Miskin

Membaca sebuah cerita tentang perbedaan orang kaya dan orang miskin. Ceritanya kurang lebih seperti berikut ini.

Beberapa tahun kita pergi ke sekolah, setelah menyelesaikan sekolah tertinggi, begitu lulus sekolah kita pergi untuk melamar pekerjaan. Sebagian orang bisa gampang mendapatkan pekerjaannya, sebagian lagi harus pergi dulu menyusuri banyak kantor dan baru mendapatkan pekerjaannya.

Beberapa tahun bekerja, kemudian mereka menemukan dan menjalin cinta. Setelah satu atau dua tahun mencoba untuk saling mengerti dan berusaha menemukan kecocokan, akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.

Mengarungi kehidupan baru, sebagai suami istri, mereka hidup di rumah kost, atau mengontrak sebuah rumah. Kebetulan kedua pasangan ini sama-sama bekerja, sehinggga mereka merasa percaya diri dengan penghasilannya. Lalu, keduanya memutuskan untuk mencicil rumah.

Pasangan baru ini sekarang sudah tinggal di rumah sendiri. Kebahagiaan terpancar di wajah mereka. Beberapa bulan kemudian, kebahagiaan itu bertambah lagi, karena sang istri telah positif mengandung.
Keadaan ini, selain kebahagiaan, adalah sebuah semangat baru bagi sang calon ayah untuk bisa bekerja lebih keras lagi, karena beberapa bulan kedepan mereka akan menyambut kehadiran sang bayi.

Bayi pertama lahir, semua keluarga dari kedua pasangan ini begitu bahagia, apalagi kedua orang tuanya.
Beberapa tahun kemudian, bayi kedua lahir. Kebahagiaan dan semangat bekerja membumbui perjalanan pasangan ini.
Kerja kerasnya menuai hasil. Mereka berdua mendapatkan promosi dan kenaikan gaji. Merasa penghasilan menjadi lebih baik, lalu mereka memutuskan untuk mencicil mobil.

Ketika anak-anak mulai besar mereka mulai menambah cicilan untuk kendaraan bagi anak-anaknya. Satiap tahun, jumlah penghasilan mereka meningkat. Sejalan dengan itu, biaya hidup pun meningkat. Jenis cicilan bertambah, rumah bertambah mewah, biaya sekolah anak pun mulai membengkak.

Waktu terus berlalu, umur terus bertambah, sejumlah utang cicilan masih mengiringi mereka.
Berusaha untuk selalu bekerja lebih keras untuk bisa mendapatkan uang yang selalu lebih baik dari sebelumnya. Seumur hidup mereka bekerja untuk uang.

Berbeda dengan yang terjadi kepada orang kaya, begitu lulus atau bahkan sebelum lulus mereka bekerja untuk mendapatkan pengetahuan, uang dan banyak kenalan dimana-mana.
Mereka menunda kesenangan, dialihkan untuk mengumpulkan uang, pengetahuan, dan kenalan yang kemudian mereka menginvestasikan ketiga hal tadi sehingga menjadikan uang bekerja untuk mereka dengan atau tanpa berkerja.

Mereka menyisihkan uangnya menggunakan pengetahuan serta kenalan untuk mendapatkan usaha-usaha yang menghasilkan uang tanpa harus terlibat terlalu banyak sehingga tidak begitu menyita waktu mereka.
Mungkin mereka akan investasi ke kost-kost an, sarang burung wallet, reksadana, saham
yang menghasilkan deviden, royalty, dan lain-lain.
Ketika penghasilannya semakin besar bahkan bisa jauh lebih besar daripada gaya hidupnya,
mereka aman dalam arti yang sungguhnya. Mereka mempunyai jenis penghasilan yang bernama passive income.

Penghasilan mereka terus bertambah, tapi mereka tidak begitu banyak kehilangan waktu. Dengan kata lain, mereka masih mempunyai banyak waktu dan juga banyak uang yang bisa mereka investasikan ke jenis investasi lain yang juga bisa menghasilkan income.
Begitulah, mereka akan terus mempunyai banyak sumber penghasilan.

Katanya, Orang Miskin dan Kelas Menengah Bekerja Untuk Orang Kaya, dengan kata lain, Uang Bekerja Untuk Orang Kaya.

Baca juga :


Popular Posts