Belajar & Berbagi

Belajar Jadi Pengusaha Sejak Dini

Belajar Jadi Pengusaha Sejak Dini

Tulisan ini terinspirasi dari raut wajah ceria adik, keponakan dan tetangga saya yang masih sekolah. Mereka ceria karena sudah bisa mempunyai penghasilan sendiri, walau nominalnya masih kecil. Mereka sedang berada di tangga awal menjadi pengusaha.

Apa yang mereka lakukan? Mereka mencoba untuk berbisnis kecil-kecilan dengan berjualan pulsa ke teman-teman sekolahnya. Hasil dari penjualan nya memang tidak begitu besar, tetapi mereka bahagia karena untuk sekedar jajan bakso saja mereka sudah tidak perlu meminta kepada orang tuanya.

Mereka ini masih sekolah. Tapi usaha yang sedang mereka jalankan tidak mengganggu aktifitas belajarnya. Sekolah ya sekolah, bisnis ya bisnis, keduanya dijalankan tanpa saling bersinggungan atau mengganggu satu sama lain.

Melihat keceriaan mereka seperti itu membuat otak entrepreneur saya menjadi bertambah segar. Semangat bertambah di tengah masa-masa sulit yang sedang melanda.

Seorang saudara saya, dari semenjak sekolah dulu, sudah belajar bagaimana mempunyai penghasilan sendiri, baik dengan bekerja bantu-bantu atau sekedar iseng berjualan.
Selepas sekolah, dia agak susah untuk mendapatkan pekerjaan seperti yang di dapatkan teman-temannya. Pekerjaan yang bisa dia dapat adalah bekerja di rumah makan kecil. Beberapa tahun kemudian berganti lagi pekerjaan. Semua pekerjaan yang dia jalani berada di lingkungan usaha kecil menengah, sehingga dia cukup dekat dengan sang pemilik usaha.

Pengalaman kerja seperti itu mungkin memberikan nilai lain ketimbang bekerja di pabrik atau tempat kerja lainnya.
Kedekatan dengan majikan, tentunya menghasilkan sebuah komunikasi yang sering terjadi. Dari perbincangan itu, sedikit-sedikit akan membuka kepribadian masing-masing. Komunikasi yang dekat dengan volume yang sering, pasti akan melahirkan kata-kata sepirit entrepreneur sang majikan.

Saudara saya itu sering berganti pekerjaaan. Berganti pekerjaan, berganti pula majikannya. Karena lingkup pekerjaannya adalah usaha kecil, ruang untuk dekat dengan majikan selalu terbuka. Dia selalu bisa dekat dengan bosnya. Lama kelamaan, dia jadi hidup di lingkungan entrepreneur, walaupun dia hanya seorang karyawan. Ini menjadi sebuah keuntungan sendiri buat dirinya di masa depannya.

Kini, saudara saya ini sudah tidak mempunyai majikan lagi. Yang dia punya sekarang adalah partner bisnis. Dia bekerja untuk dirinya sendiri, dan membagi penghasilan bersihnya dengan sang partner.

Walau skalanya masih kecil, saudara saya ini sudah bisa menciptakan sesuatu yang nantinya bisa menyerap tenaga kerja.

Teringat seorang teman yang berkata,”Kalau semua orang mencari pekerjaan, lalu siapa yang akan memberikan pekerjaan?”

Yang memberikan pekerjaan adalah mereka yang hidup di dunia entrepreneur, diantaranya. Seorang entrepreneur, seorang pengusaha, merekalah yang akan dicari para lulusan sekolahan.

Jiwa entrepreneur itu terkadang tidak lahir dari sekolahan. Banyak diantaranya lahir dari perjalanan hidup. Memulai belajar jadi pengusaha sejak dini, adalah awal yang bagus untuk sukses di kemudian hari.

Baca juga :



  • Ide Untuk Mendapatkan Penghasilan Selain Bekerja


  • Popular Posts