Belajar & Berbagi

Menjadi Entrepreneur (Masa Setelah Berhenti Bekerja)

Menjadi Entrepreneur (Masa Setelah Berhenti Bekerja)

Anda yang sedang berpikir untuk berpindah jalan dari karyawan menjadi entrepreneur, Anda perlu mempertimbangkan satu hal ini. Meninggalkan zona nyaman, menuju zona yang belum terlihat pasti, akan ada masa yang bisa di bilang menakutkan. Masa setelah berhenti bekerja.


Bagi yang sedang mengalami, atau yang pernah melaluinya, tentu hal ini bukan hal yang asing. Ketika biasanya, setiap akhir atau awal bulan, Anda menerima gaji, sekarang tidak menerima. Segala tunjangan, hadiah atau apapun yang lainnya, Anda tidak menerimanya.

Di satu sisi, ini adalah keadaan yang bisa meruntuhkan semangat. Di sisi lain ini juga adalah tantangan baru Anda. Tantangan lain tentang bagaimana Anda bisa bertahan dan terus maju dalam keadaan tidak mempunyai penghasilan tetap.

Ada sebuah cerita mengenai masa setelah berhenti bekerja ini.
Seseorang yang pernah bekerja di perusahaan Xerox. Di sebuah acara penghargaan bagi para karyawan yang berprestasi, perusahaan itu mengeluarkan banyak uang untuk memanjakan pegawainya yang berprestasi. Ini adalah perayaan terakhir yang di hadirinya di tempatnya bekerja tersebut.

Cerita selanjutnya, beliau bersiap memulai masa entrepreneurnya. Rencananya adalah memasarkan dompet bagi peselancar. Rencana ini sudah dibangun sebelumnya, dan sudah mempunyai calon klien yang siap bekerja sama.

Saat itu, beliau pergi menuju kota tempat perjanjian bertemu dengan calon kliennya tersebut. Dalam perjalanan, beliau mengalami beberapa gangguan sehingga terlambat menuju tempat pertemuan. Yang terjadi selanjutnya, bisa Anda tebak, sang klien membatalkan perjanjian karena beliau datang terlambat.

Sudah kehilangan gaji tetap, kini kehilangan peluang mendapatkan calon penghasilan yang sudah di rancang.
Kondisi ini adalah salah satu yang mungkin akan di temui para calon entrepreneur.

Entepreneur dan Karyawan


Menjadi entrepreneur adalah jenis kehidupan yang seakan menjadi sebuah kehidupan yang langka. Padahal seandainya Anda memperhatikan, banyak sekali orang-orang yang sukses di bidang pekerjaan, sekolahnya dibiayai oleh orang tuanya yang berjualan. Banyak juga yang sedang kuliah, mereka di biayai orang tuanya yang hanya bertani. Orang tua mereka ini adalah entrepreneur.

Setelah selesai kuliah, mereka tidak berminat meneruskan usaha orang tuanya. Mereka memilih jalan yang lain dengan menjadi karyawan. Dengan semakin banyaknya orang seperti ini, tentu saja membuat “entrepreneur”, menjadi sesuatu yang terdengar asing.

Era karyawan di mulai sejak zaman industri. Dari sini mulai terjadi pergeseran tentang bagaimana mencari nafkah. Orang yang menjadi karyawan, seakan menjadi lebih baik dari yang bukan karyawan, menurut pandangan sebagian orang.

Pada era industri ini, anak-anak muda mulai terus mengejar pendidikan setinggi mungkin. Sebagian dari mereka berharap bisa mendapat pekerjaan, menjadi karyawan setelah pendidikannya selesai.

Berikut sedikit rangkaian kata-kata yang mungkin bisa membuat Anda semangat.
Seorang teman saya pernah berkata, bahwa setiap tahun begitu banyak orang yang mencari pekerjaan.
Bila semua orang mencari pekerjaan, lalu siapa yang akan memberikan pekerjaan???
Seharusnya ada diantara kita (saya, teman tersebut, dan teman sekolahan lainnya) salah satunya menjadi orang yang memberikan pekerjaan.
Bagaimana dengan Anda???

Baca juga :

Popular Posts

Get Paid to View Sites