Belajar & Berbagi

Belajar Jadi Entrepreneur (Keteguhan Petani)

Belajar Jadi Entrepreneur (Keteguhan Petani)

Berkeinginan untuk hidup sebagai entrepreneur itu ternyata mungkin harus mengalami kesusahan di awal. Mengalami masa-masa sulit dari hari ke hari. Berkali-kali terjatuh, berkali-kali mengalami kegagalan, tapi tetap harus bangun dan terus berjalan. Begitu keras kita berusaha, tapi tetap tidak ada jaminan juga bahwa kita bisa sukses nantinya.

Apapun yang terjadi, tidak boleh ada putus asa. Coba lihat di sekeliling kita. Diantara mereka ada banyak petani. Menurut Robert T. Kiyosaki, petani juga termasuk entrepreneur.

Bila kita perhatikan, petani punya keteguhan yang patut di acungkan jempol. Memperhatikan kerja keras petani, mungkin bisa jadi pemacu semangat.

Pergi ke sawah misalnya, dari mulai membajak hingga panen nanti, petani mengerjakannya dengan semangat dan telaten. Hari ini nanam benih padi, petani tahu bahwa hari ini tidak akan menerima hasilnya. Tetapi sebagian dari kita tidak menyadari hal yang disadari petani tersebut. Kita berharap kalau hari ini kita mengerjakan sesuatu, hari itu juga kita memanen hasil pekerjaannya.

Dalam perjalanan menjadi entrepreneur tidak mendapatkan hasil instan seperti para pekerja umumnya. Kita perlu bekerja dulu, mungkin bekerja tanpa menghasilkan atau menghasilkan tapi masih kecil dan jauh dari cukup.
Banyak para entrepreneur mengalami masa-masa sulit.

Para petani tahu, untuk bisa menghasilkan panen yang bagus, mereka harus kerja keras, kerja dengan ilmu, disiplin, telaten, rajin dan banyak hal lainnya. Aliran air perlu di kontrol. Rumput-rumput perlu dibersihkan. Tanaman perlu di kasih pupuk.

Sebelum tiba masa panen, petani terus bekerja dan belum mendapatkan hasil. Mereka tidak mengeluh karena lamanya waktu datang penen. Petani tahu kapan akan memetik hasil pekerjaannya. Karenanya, mereka tetap terus bekerja, meski belum mendapatkan hasil dari pekerjaannya.

Petani memiliki keteguhan entrepreneur yang kuat. Keteguhan yang patut di contoh.
Bila saat ini penghasilan yang kita impikan belum juga datang, bersabarlah, berdoalah dan tetaplah kerjakan apa yang sedang kita bangun.

Meski begitu, kita juga perlu untuk menyadari, bahwa tidak akan semua orang bisa sukses. Walau memang kita telah bekerja sangat keras, belum tentu kita akan mendapatkan keinginan kita. Bila seperti itu, ini namanya takdir, dan kita harus menerimanya. Tapi sebentar dulu, kita lihat lagi para petani itu.

Sekarang ini musim kemarau. Banyak petani yang gagal panen. Gagal panen karena kemarau, bukan hanya kali ini saja. Coba tanyakanlah, beberapa tahun kebelakang, hal ini pernah terjadi. Ketika dulu gagal panen pernah terjadi, apakah petani menjadi berhenti karena kegagalan atau ketidak suksesannya itu? Tentunya tidak. Karena bila mereka berhenti, tentu kita tidak bisa makan nasi sekarang.

Petani punya keteguhan hati entrepreneur. Meski petani tahu bahwa ada kemungkinan gagal, mereka tetap bekerja. Mereka terus berusaha sebaik-baiknya, karena kesuksesan lebih sering terjadi dibandingkan kegagalan.

Baca juga :

Popular Posts

Get Paid to View Sites