Ekonomi Melemah, Jangan Menyerah

Baca Juga

Ekonomi Melemah, Jangan Menyerah

Mungkin dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, sebagian pedagang kecil mengalami penurunan omset. Pedagang yang biasa berjualan keliling dengan rodanya, yang biasanya ketika pulang dagangannya habis, sekarang tidak. Penjual ketan bakar asongan, pulang ke rumahnya dengan dagangan yang masih banyak. Ya, mungkin ekonomi sedang melemah, tapi kita jangan menyerah.


Hidup kadang ada di atas terkadang juga ada di bawah. Adakalanya kita mendapatkan untung banyak, dan mungkin saat ini kita alami untung yang kurang. Jangan menyerah. Yang harus kita lakukan adalah berusaha. Masalah hasil sudah ada yang mengaturnya.

Senang dan susah adalah bagian dari perjalanan hidup ini. Sesusah-susahnya keadaan sekarang, masih lebih baik dibanding kesusahan pada zamannya orang tua kita. Dahulu, untuk dapat beras saja susah, sekarang, banyak rumah yang membuang nasi yang tidak termakan.

Dahulu, pakaian yang dipakai adalah pakaian yang penuh tambalan, sekarang, bisa kita perhatikan, pakaian lama tapi kondisinya masih bagus atau masih layak pakai, kita sudah tidak mau memakainya.

Walau keadaan ekonomi sedang sulit, yang suka rokok masih kebeli rokok. Ingin makan baso masih bisa kebeli. Anak-anak kita begitu gemar sekali dengan jajan, dan mereka masih bisa jajan.
Ini artinya apa, masih banyak yang harus kita syukuri. Kita harus tetap optimis, semangat harus tetap terjaga untuk tetap lanjutkan usaha.

Seperti kita ketahui, dalam berita, nilai tukar rupiah terhadap dollar terus melorot. Konon katanya, bila ini terus dibiarkan akan berdampak buruk terhadap perekonomian. Para investor menjadi berpikir ulang untuk berinvestasi di Indonesia. Perusahaan yang sudah berjalan pun ada kemungkinan bisa mundur. Lambat laun, bisa menciptakan lapangan pengangguran. Begitu kata bisik-bisik di berita.

Yang mengerti hal itu hanya para aktivis ekonomi. Orang awam seperti saya belum bisa berpikir sejauh itu. Saya hanya memikirkan, apabila ini adalah krisis, yang layak dipikirkan adalah bagaimana keluar dari krisis ini. Bila nantinya memang terjadi banyak pemutusan hubungan kerja (PHK), dari sekarang kita harus bersiap-siap. Ingat sebuah pepatah, bila satu pintu tertutup, yakinlah ada pintu lain yang terbuka. Bila nanti kita kena PHK, yakinlah pasti ada cara lain untuk mencari nafkah.


Terimakasih sudah meluangkan waktu, bila bermanfaat, boleh di share.

Baca juga :