Belajar & Berbagi

Kalau Semua Mencari Kerja, Lalu Siapa Yang Jadi Penyedia Pekerjaan?

Kalau Semua Mencari Kerja, Lalu Siapa Yang Jadi Penyedia Pekerjaan?

Seperti kita tahu, setiap tahun begitu banyak para lulusan sekolah yang sibuk mencari pekerjaan. Sejak era industri, sekolah seakan menjadi pabrik penyedia tenaga kerja. Apakah dari para lulusan sekolah tersebut ada yang berpikir untuk menyediakan pekerjaan bagi adik-adik kelasnya nanti?


Dulu, sewaktu saya bekerja, ketika ada rasa jenuh dengan pekerjaan menghampiri, saya kerap berpikir, apakah jalan nafkah itu mesti harus dari bekerja kepada orang lain?
Melihat mereka yang tidak punya pekerjaan, pengangguran istilahnya, mereka butuh materi untuk hidup. Lalu apakah mereka juga harus kesana kemari melamar pekerjaan? Sementara itu, tahun depan akan banyak lagi para lulusan baru yang juga akan mencari kerja.

Seorang teman saya berkata, kalau semua orang mencari pekerjaaan, lalu siapa nanti yang akan menjadi penyedia pekerjaan. Menurutnya, harusnya salah satu atau sebagian dari para lulusan sekolah itu melamar untuk jadi penyedia kerja.

Menjadi penyedia pekerjaan. Menjadi orang yang di datangi banyak pelamar kerja. Salah satunya adalah dengan membangun bisnis. Sekarang, bisnis bisa di jalankan di dua dunia, dunia nyata dan dunia maya. Bila kita jeli, peluang bisnis itu banyak.

Membangun Bisnis di Dunia Nyata


Membangun bisnis di dunia nyata banyak di lakukan. Untuk bisa merekrut orang lain yang sedang butuh pekerjaan, kita harus membuat bisnis ini menjadi besar.

Sebuah contoh kecil. Di desa saya ada seorang yang profesinya berjualan baso. Setiap hari dia, berkeliling menjajakan baso dengan rodanya. Beberapa bulan kemudian, dia mendapatkan tempat yang menurutnya bagus untuk mangkal, sehingga tidak perlu berkeliling lagi. Beberapa bulan kemudian, dia pindah tempat lagi untuk mendapatkan tempat menjajakan baso yang lebih baik lagi.

Beberapa waktu selanjutnya, dia mencoba berjualan dalam sebuah pasar malam. Di pasar malam inilah akhirnya dia menemukan tempat berjualan yang lebih bagus dari sebelumnya. Pasar malam itu selalu berpindah-pindah tempat. Pasar malam berlangsung sekitar 2 sampai 4 minggu tergantung ramai dan sepinya. Dalam satu wilayah kabupaten, biasanya terdapat beberapa pasar malam.

Pengalaman berjualan di pasar malam sudah cukup lumayan. Akhirnya dia mencoba untuk menambah armada basonya. Roda baso baru tersebut di tempatkan pada pasar malam di daerah lain. Yang mengoperasikannya adalah saudaranya, yang sebelumnya telah ikut membantunya. Saudaranya ini telah menguasai ilmu berjualan baso, sehingga bisa di lepas untuk mengurusi roda baso yang baru tersebut.

Selanjutnya, ada dua buah roda baso yang sekarang membutuhkan masing-masing satu orang pembantu. Singkat cerita, para pembantunya ini menjadi mahir, yang kemudian di tugaskan untuk mengurus roda baso yang baru.

Sekarang, si tukang baso ini sudah menjadi bos. Mempunyai penghasilan pasif walau jumlahnya masih kecil. Pekerjaannya sekarang hanyalah mengontrol para anak buahnya yang berjualan di berbagai tempat pasar malam.
Dia telah berhasil menjadi penyedia kerja. Beberapa tetangga yang tidak punya pekerjaan sekaranag telah bisa mempunyai penghasilan.

Membangun Bisnis di Dunia Maya


Selain di dunia nyata, sekarang bisnis juga bisa di bangun di dunia maya. Bahkan hanya dengan bermodal laptop dan sambungan internet, kita punya peluang untuk bisa berbisnis dan menjadi pebisnis besar.

Beberapa hari lalu, adik saya yang masih duduk di bangku SMU, bertanya tentang blog. Katanya, seorang gurunya menerangkan (entah tentang mata pelajaran apa) bagaimana memanfaatkan internet menjadi sebuah mata pencaharian. Guru itu menceritakan tentang blog, yang katanya dengan blog, seseorang bisa mempunyai pekerjaan dan mempunyai penghasilan. Caranya adalah, kita membuat blog, mengisi blog tersebut dengan tulisan-tulisan hasil karya sendiri, tentang apa saja. Pekerjaannya adalah menulis dan menerbitkannya di blog kita itu. Lama kelamaan, blog kita itu akan mempunyai banyak pengunjung. Ketika pengunjung sudah banyak, di blog kita itu bisa dipasang iklan, dan kita akan punya penghasilan dari pemasang iklan tadi.

Itu adalah cerita singkat adik saya yang menceritakan sebuah cerita dari guru di sekolahnya. Saya menuliskan cerita tadi karena cerita dari Pak Guru tersebut memungkinkan bagi Anda yang ingin menjadi penyedia kerja seperti tukang baso tadi. Bagaimana caranya?

Caranya seperti yang di bilang Pak Guru tadi. Pekerjaannya adalah mengisi blog dengan tulisan hasil karya sendiri, bukan mengambil, menyalin dari tulisan pihak lain. Bila merasa susah untuk menulis, di internet banyak yang menawarkan jasa pembuatan artikel. Kita bisa beli dari mereka dan menerbitkannya di blog. Atau mencoba membeli artikel dengan cara lain yang sesuai dengan tema tulisan ini, yaitu menyediakan pekerjaan.

Bila kita memang mempunyai uang lebih, dan ingin segera menjadi penyedia kerja, kita bisa menawarkan kepada teman, tetangga, adik, dan yang lainnya untuk membuat tulisan yang kita inginkan. Setiap tulisan itu kita bayar sekian rupiah. Tulisan tersebut kita publish ke blog. Sampai langkah ini, kita sudah menjadi bos, tetapi kita belum menghasilkan. Untuk bisa menghasilkan, blog harus kita optimalkan, salah satunya dengan memasang iklan.

Menjadi Penyedia Pekerjaan Melalui Blog


Mungkin perlu untuk kita garis bawahi, bahwa informasi di internet itu belum tentu seratus persen kebenarannya. Terkadang pengalaman satu orang akan berbeda dengan pengalaman yang lainnya, sehingga informasinya juga mungkin akan jadi tidak sama.

Salah satu Blogger sukses dari Indonesia (blogger adalah sebutan untuk orang yang ‘mengelola blog’), mengatakan bahwa ketika blog kita sudah berisi 500 lebih postingan atau tulisan, blog kita sudah bisa memberikan penghasilan rutin kepada kita. Bila dengan 500 tulisan belum tercapai, maka ketika telah mencapai 700 tulisan nanti akan tercapai, dan seterusnya. Artinya, kita perlu untuk terus produktif menulis.

Blogger sukses lainnya mengatakan, bahwa kita akan bisa mempunyai penghasilan apabila blog kita sudah dikunjungi 2000 pengunjung setiap harinya. Ini artinya, selain tulisan atau artikel, ada faktor lain yaitu banyaknya pengunjung.

Dari kedua pendapat tersebut, semuanya tentang mendapatkan penghasilan sebagai mitra Google Adsense.

Ketika penghasilan dari blog sudah mantap, kita juga bisa menjadi penyedia pekerjaan. Mungkin nantinya kita memerlukan sebuah kantor. Selanjutnya kita juga akan membutuhkan jasa cleaning service, kita bisa rekrut tetangga kita untuk hal ini.
Blog kita perlu terus untuk diberi tulisan-tulisan baru. Kita akan memerlukan jasa orang lain untuk menulis artikel. Disini kita juga bisa menawarkan pekerjaan. Satu atau beberapa orang nantinya akan mendapatkan pekerjaan dari kita. Anda telah menjadi penyedia pekerjaan.

Kalau semua orang mencari pekerjaan, mari kita menjadi penyedia pekerjaan.
Sebuah cerita sukses blogger, Anda bisa search Linda Ikeji di Google.

Baca juga :


Popular Posts