Syahrizal Fadilah, Bocah Penjual Kue Keliling Tanpa Tip

Baca Juga

Syahrizal Fadilah, Bocah Penjual Kue Keliling Tanpa Tip
Gambar dari Metrotvnews.com

Bodoalewoh.com: Namanya Syahrizal Fadilah atau biasa dipanggil Rizal. Seorang bocah laki-laki di Sleman Yogyakarta yang melakukan aktifitas berjualan keliling desa selepas sekolah. Usianya baru 11 tahun, tapi sudah melakukan sebuah hal penting untuk kehidupannya.


Mulai berjualan sejak kelas 2 SD di sekolahnya. Lalu membeli sepeda dan mulai berjualan keliling dengan sepedanya. Bocah yang masih sekolah di bangku SD, sudah belajar mencari uang. Sekarang, ada beberapa temannya yang juga terinspirasi untuk ikutan berjualan juga.

Keinginan Rizal untuk berjualan tidak ada paksaan dari keluarganya. Hal ini semata-mata karena keinginan dan kesukaan sang bocah terhadap jualan.

Mendapat Olok-Olok dari Teman


Di awal-awal berjualan, Rizal juga sempat merasa malu. Tapi kemauannya yang keras bisa mengatasinya. Tak jarang, dia mendapat olokan dari sebagian temannya. Tapi itu juga tidak membuat semangat jualan Rizal menjadi kendur.

Sewaktu kelas 2 SD itu, Rizal meminta izin kepada Ibundanya untuk berjualan di sekolah. Ibunda Rizal mengizinkan dengan catatan Rizal tidak boleh turun prestasi di sekolahnya.
Sampai sekarang, walau sibuk berjualan, Rizal selalu masuk 10 besar di sekolahnya. Shalat dan mengajipun tidak ditinggalkannya.

Suatu kali, Ibunda Rizal pernah melarang Rizal berjualan karena tidak tega melihat anak yang masih sekolah harus belajar mencari uang. Setelah ibunya melarang berjualan, yang terjadi pada Rizal adalah kelesuan. Gairah nya menjadi seakan hilang, dan akhirnya ibunya pun kembali mengizinkan Rizal berjualan lagi.
Saat ini, omset Rizal mencapai Rp.200.000,- setiap harinya.

Ketika awal berjualan memakai sepeda, Rizal sempat malu karena harus berteriak menawarkan dagangannya. Tapi seiring berjalannya waktu, rasa malu itu sirna.

Rizal mempunyai semangat berjualan yang tidak banyak dimiliki orang lain sebayanya. Disaat teman-temannya asik bermain, Rizal berkeliling dengan sepedanya menjual roti, jus, pisang coklat, sandwich, dan lain-lain. Uang dari hasil jualannya ditabung. Teman-temannya mempunyai gadget dari meminta kepada orang tuanya, sementara Rizal mempunyai gadget dari hasil kerja kerasnya sendiri.

Rutinitas Syahrizal Fadilah


Jam 4 pagi, Rizal sudah pergi mengaji. Pagi sampai siang pergi sekolah. Sepulang sekolah berjualan sebentar, lalu pergi mengaji. Selepas mengaji, kembali berjualan sampai Maghrib. Malam harinya dipakai untuk belajar.

Berjualan Tanpa Tip


Ada yang patut dicontoh dari Syahrizal Fadilah ini. Setiap ada pembeli yang memberikan uang kembaliannya, Rizal selalu menolaknya. Menurut sang bunda, hal itu memang sengaja di ajarkan untuk melatih mental Rizal.
Bila seseorang memberikan uang kembalian lalu Rizal menerimanya, dikhawatirkan Rizal akan berharap bertemu orang itu lagi dan berharap kejadian tersebut terjadi lagi. Dan bila orang tersebut tidak memberi, maka Rizal akan kecewa. Dan itu bukan hal baik untuk seorang anak.

Maka dari itu, ibunda Rizal mengajarkan untuk tidak menerima uang pemberian dari orang lain. Dalam benak bocah 11 tahun ini pun tertanam filosofi bagus bahwa tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.


Baca juga :