Belajar & Berbagi

Hadiah di Ujung Jalan

Hadiah di Ujung Jalan

Berpindah status dari punya pekerjaan ke membangun bisnis, sebuah masa yang terasa asing dan penuh cerita. Ada cerita sedih berbaur dengan cerita bangga. Bangga ketika mencapai sebuah keberhasilan walau hanya sebuah keberhasilan kecil. Sedih karena sebuah kenyamanan yang pernah ada menghilang.


Akhir bulan, waktu mendapat uang. Sekarang akhir bulan atau awal bulan sama saja dengan hari-hari lainnya. Rupiah dengan sekian digit tak diterima lagi. Hanya lembaran rupiah kecil saja yang tiap hari datang. Terkadang, jumlah lembaran rupiah kecil itu tidak bisa menyamai jumlah yang diterima sewaktu gajian tiap bulan.

Kenapa mau melalui proses seperti ini? Proses ini adalah sebuah pilihan, dan bukan tentang mana yang baik dan mana yang kurang baik.

Semua orang mempunyai keinginan. Keinginan dalam menjalani hidup. Ada orang yang menjalani hidup dengan mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pekerjaan. Sementara ada juga sebagian orang yang menjalani hidup dengan sedikit beban pekerjaan. Ada yang punya sedikit waktu untuk keluarga, dan ada juga yang sebaliknya.

Banyak orang yang ketakutan kehilangan pekerjaan. Para buruh berdemo, untuk tidak ada pemutusan hubungan kerja. Kehilangan pekerjaan menjadi hal yang sulit, sulit menjalani hidup. Sebuah ketakutan yang normal. Tapi tidak sedikit juga yang mempunyai kehidupan yang lebih baik setelah kehilangan pekerjaan.

Mencari nafkah tidak harus dengan bekerja formal. Bisa juga dengan mulai membangun bisnis. Tetapi karena dunia bisnis atau dunia wirausaha berbeda dengan dunia kerja, banyak orang yang tidak mempunyai kepercayaan diri bila harus berpindah dari kerja ke wirausaha.

Dunia wirausaha, sebuah dunia yang penghasilannya tidak menentu. Bisa ada atau tidak ada, bisa kecil tapi juga bisa berlimpah melebihi penghasilan ketika masih bekerja sebagai buruh atau karyawan.

Ada kalanya dalam dunia kerja ilmu yang dipelajari di sekolah tidak terpakai atau tidak berhubungan dengan pekerjaan yang dikerjakan. Dalam dunia wirausaha, jelas sekali diperlukan adanya ilmu atau pengetahuan tentang wirausaha. Karena ilmu wirausaha tidak selalu harus di dapat di sekolah, maka seseorang yang tidak mempunyai pendidikan tinggi pun berpeluang bisa menjadi wirausahawan sukses.

Dalam perjalanan wirausaha, banyak yang mengalami masa-masa sedih, pahit, dan semacamnya. Walau jam kerja bisa diatur, tapi pekerjaan harus jadi lebih kerja keras. Walau kerja sudah begitu keras, tapi hasil belum sebanding. Pengeluaran terus mengucur, tapi pemasukan masih tersendat-sendat. Tapi inilah perjalanan yang harus dilalui.

Lihatlah para pendaki itu, mereka rela bercapai-capai menaiki jalan setapak menuju puncak gunung, karena mereka tahu ada hadiah di ujung jalan. Jalan wirausaha tak jauh seperti itu. Berrakit-rakit ke hulu, berrenang-renang ke tepian. Ada hadiah di ujung jalan.

Baca juga :



Popular Posts