Belajar & Berbagi

Menjadi Pribadi Baru

Menjadi Pribadi Baru

Bahwa di dunia ini tak ada yang abadi, memang benar adanya. Diri kitapun tidak abadi. Kita selalu berubah.

Sewaktu dilahirkan, kita hanya bisa menangis. Ketika lapar kita menangis, ketika merasa sendirian kita menangis, ketika sakitpun kita hanya bisa menangis. Apapun yang kita inginkan, kita minta dengan menangis.

Beberapa bulan berikutnya, kita berubah. Bukan hanya menangis yang kita bisa. Tapi sudah mulai mengeluarkan kata-kata walau tidak sempurna. Apa-apa yang diinginkan kita minta dengan kata-kata yang tidak jelas atau dengan menangis.

Tahap selanjutnya, kita berubah lagi. Kata-kata yang kita ucapkan sudah bertambah jelas. Kita bisa berucap mimi, mamah atau lainnya.
Sampai saat ini, kita lancar berbicara, bisa menggunakan akal dan pikiran. Semua setelah kita melalui beberapa tahap yang memang harus dilalui.

Manusia berubah dari satu fase ke fase berikutnya. Dari satu pribadi ke pribadi berikutnya. Meninggalkan yang lama dan melahirkan Anda yang baru.

Perubahan seperti itu terjadi di sepanjang kehidupan entrepreneur. Mengalami masa kehilangan atau meninggalkan pekerjaan. Kehilangan enaknya terima gaji. Anda pun mengalami jam kerja yang ternyata lebih banyak dibanding ketika Anda di pekerjaan sebelumnya. Terkadang Anda mendapatkan uang tapi tidak sejumlah yang dibutuhkan. Bahkan lebih sering tidak mendapatkan uang.

Jalan yang dilalui tidak seperti yang dibayangkan. Rencana dan tujuan tidak tercapai. Anda bertemu dengan yang dinamakan gagal. Anda terpuruk. Anda terjatuh.

Dalam situasi ini, mimpi Anda menjadi salah satu teman Anda. Mimpi ini memaksa Anda untuk bangkit lagi. Mimpi ini membuat Anda kuat lagi untuk terus berjalan.

Karena tidak ada jaminan bahwa Anda tidak akan gagal lagi, Anda mungkin akan mengalami hal-hal pedih berulang kali. Tapi pernahkah Anda sadari? Diri Anda selalu berubah. Setiap kali jatuh, Anda mendapati diri Anda yang baru muncul. Mungkin Anda menjadi pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya.

Tidak Ada Cara Instan untuk Menjadi Kaya


Lama waktu dari satu fase ke fase selanjutnya berbeda bagi setiap orangnya. Begitu juga dengan jumlah kegagalan. Thomas Edison melalui lebih dari seribu kegagalan untuk menemukan bohlam pijar.

Kegagalan, jatuh bangun, sedih, kecewa, adalah sebagian dari cerita yang perlu dilalui seorang entrepreneur. Tidak ada jalan instan untuk menjadi kaya. Kita akan perlu bermetamorfosa. Kita akan berubah menjadi pribadi yang lain dari sebelumnya. Anak tangga demi anak tangga harus kita lalui untuk bisa berada di atas, berada di tempat yang kita inginkan.

Baca juga :

Popular Posts

Get Paid to View Sites