Belajar & Berbagi

Sebuah Contoh Bagus dari Laba-laba

Membangun Jaring Laba-Laba

Laba-laba adalah salah satu binatang yang mempunyai cara unik dalam mencari makan. Ketika lapar, binatang lain akan pergi mencari makanan, tidak halnya dengan laba-laba. Untuk bisa mendapatkan makanan, laba-laba cukup bekerja satu kali. Kerja satu kali lalu makanan bisa terus-terus tersedia. Laba-laba mempunyai jaring yang cukup dibikin satu kali. Dengan jaring tersebut, laba-laba menjaring makanannya.

Dalam kehidupan manusia, ternyata ada orang yang mempunyai penghasilan seperti laba-laba. Dia hanya sedikit bekerja, mengontrol jaring. Setiap bulan jaringnya tersebut menyediakan penghasilan kepadanya. Dia hanya perlu bekerja satu kali, membuat jaring, dan mendapatkan hasil yang terus-menerus.

Hak Cipta Intelektual

Ini adalah salah satu bentuk dari jaring laba-laba yang dibuat manusia. Seorang musisi misalnya, dia hanya membuat satu kali karya, sebuah lagu. Apabila lagu tersebut disukai banyak orang, dia mempunyai pendapatan darinya. Lima tahun kemudian, masih banyak orang yang suka dengan lagu tersebut dan membelinya, musisi tersebut akan mendapatkan penghasilannya.

Selain lagu, buku juga bisa masuk kategori jaring laba-laba. Lihatlah buku yang pernah dicetak beberapa kali. Selama buku itu banyak dibutuhkan, 10 tahun kemudian pun, penulisnya akan mendapatkan bayaran dari kerja satu kalinya itu.

Bisnis yang Mempunyai Sistem

Robert T. Kiyosaki pernah menyarankan, bila kita ingin mempunyai sesuatu seperti jaring laba-laba tersebut, kita perlu untuk mengikuti bisnis Network Marketing. Memang benar, bisnis Network Marketing itu hampir sama dengan kerja yang dilakukan laba-laba, membuat jaring.

Dalam dunia bisnis, bukan cuma Network Marketing yang menawarkan seperti jaring laba-laba tersebut. Ada beberapa bisnis lain, Franchise misalnya. Pada dasarnya, Franchise atau Waralaba mirip dengan Network Marketing. Perbedaan besarnya terletak pada objeknya. Franchise berbentuk benda mati semisal toko, sementara Network Marketing berupa benda hidup yaitu manusia.

Bagi laba-laba, jaring tersebut adalah asetnya. Dengan aset tersebut, dia bisa menjalani kehidupannya. Kita juga bisa membangun jaring laba-laba atau aset kita sendiri.

Bekerja Keras di Awal

Membangun jaring laba-laba atau aset, bukan sebuah perjalanan yang mudah dan cepat. Akan dibutuhkan banyak waktu. Mungkin juga akan diperlukan keluar banyak uang. Kabar baiknya, setelah itu selesai, kita tidak harus repot-repot lagi bekerja.

Membangun aset, adalah pekerjaan yang menuntut banyak sabar. Mungkin banyak kesedihan yang akan dilalui.

Membangun aset tidak akan semudah membalik telapak tangan. Mungkin akan mengalami beberapa kali jatuh sebelum aset itu bisa menghasilkan.

Membangun aset mungkin juga akan menguras uang. Tidak adanya pendapatan di awal-awal ditambah pengeluaran yang memang perlu dikeluarkan.

Membangun aset akan memakan banyak waktu. Hari ini kita kerja, hari ini kita belum terima hasilnya. Besok kita kerja lagi, tapi hasil belum juga kelihatan. Lusa kita masih harus kerja, tapi hasil tetap belum ada. Seminggu sudah berlalu, hasil belum juga hadir. Sebulan telah lewat, hasil belum juga didapat. Setahun sudah kita bekerja, mungkin hasil nya belum terasa juga.

Membangun aset banyak menghasilkan cerita.

Baca juga :

Popular Posts

Get Paid to View Sites