Belajar & Berbagi

Apa Itu Entrepreneur?

Apa Itu Entrepreneur?


Apa Itu Entrepreneur? Seperti dikutip dari buku Rich Dad's Before You Quit Your Job, dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Howard H. Stevenson, 'kewirausahaan adalah pendekatan pada manajemen yang kami defenisikan sebagai berikut: mengejar peluang tanpa mempedulikan sumber daya yang saat ini ada dibawah kendali.'

Dalam bagian lain dituliskan bahwa 'entrepreneur dicirikan sebagai orang yang egois dan individual, karenanya tidak mampu mengelola. Walaupun begitu, meskipun bagi entrepreneur tugas pengelolaan secara mendasar berbeda, keterampilan mengelola tetap sangatlah penting.'
Entrepreneur belajar menggunakan sumber daya orang lain dengan baik.

Seorang entrepreneur memerlukan tiga hal, orang yang tepat, peluang yang tepat, dan menemukan uang. Ketiganya tidak datang bersamaan. Jadi, ketika sudah mempunyai satu bagian, genggamlah erat-erat dan mulailah mencari dan menggabungkan bagian lainnya.

Cobalah untuk memperhatikan satu atau dua produk di pasaran. Ada produk yang tahun lalu di luncurkan, lalu tahun ini meluncurkan seri keduanya atau seri terbaru. Berarti, produk pertama yang keluar tahun lalu tersebut bisa jadi produk yang belum sempurna atau produk yang masih memiliki kekurangan. Meski begitu, mereka tetap memproduksi dan menjualnya. Mereka kemudian mengeluarkan seri terbaru yang adalah menambahkan apa yang kurang dan menghilangkan apa yang tidak baik di edisi pertama.

Entrepreneur adalah dunia yang penuh tantangan. Banyak orang yang kesusahan untuk bisa menjadi seorang entrepreneur. Sebagian yang lain malah mempunyai banyak alasan kenapa mereka tidak mau menjadi entrepreneur. 'Saya tidak mempunyai uang', ini adalah alasan yang cukup banyak dikemukakan orang. Ada juga alasan lain seperti, 'saya terlalu tua', atau ' saya tidak punya waktu, saya terlalu sibuk', atau alasan-alasan lainnya, 'saya tidak cukup cerdas'.

Manusia memang mudah membuat alasan. Masih ada alasan-alasan lain yang membuat seseorang enggan menjadi entrepreneur. 'Saya tidak bisa berhenti bekerja karena saya mempunyai keluarga atau anak-anak untuk dibiayai', atau 'saya tidak bisa menemukan siapa pun yang ingin membantu saya', atau alasan ini, 'saya takut, membangun bisnis terlalu berresiko bagi saya'.

Seribu alasan bisa dibuat. Misalnya, 'saya tidak suka berurusan dengan karyawan', atau alasan berupa pendapat bahwa 'waktu yang dibutuhkan untuk membangun sebuah bisnis terlalu lama', dan alasan-alasan lain. Itulah mengapa sebagian orang belum bisa menjadi entrepreneur.

Daripada mengatakan 'saya tidak mampu', cobalah untuk mengatakan 'bagaimana saya bisa mendapatkannya?'.

Seorang entrepreneur tidak perlu menunggu semua menjadi sempurna untuk memulai. Mereka segera memulainya, karena kekurangan akan bisa diperbaiki kemudian. Para entrepreneur tahu tentang produk seri kedua tadi. Mereka mulai berbisnis, mereka mulai melakukan sesuatu meski banyak ketidaksempurnaan yang dimiliki. Mereka tetap memulai. karena entrepreneur tahu bahwa itu bisa diperbaiki selanjutnya.


Baca juga :

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

Get Paid to View Sites