Belajar & Berbagi

Gelas Entrepreneur Haruslah Selalu Kosong

Gelas Entrepreneur Haruslah Selalu Kosong


Entrepreneur berbeda dengan spesialis. Seorang spesialis, mereka tahu banyak tentang sedikit hal. Seorang entrepreneur adalah orang yang perlu ahli dalam banyak bidang. Seorang entrepreneur perlu untuk sedikit tahu tentang banyak hal. Entrepreneur perlu mengosongkan gelasnya.

Entrepreneur belajar dengan tanpa ada kelulusan. Bila gelasnya selalu kosong, entrepreneur akan terus belajar. Entrepreneur tidak mengenal kelulusan atau kapan dia lulus.

Robert T. Kiyosaki memperkenalkan yang namanya Cashflow Quadrant. Dalam cashflow itu terdapat dua jenis orang yaitu karyawan dan entrepreneur. karyawan berada di kuadran sebelah kiri, kuadran E (Employee). Sementara entrepreneur berada di kuadran kiri dan juga ada yang berada di kuadran kanan. Entreprenenur yang berada di kuadran kiri adalah seorang S (Self-employed, Small business, atau Spesialis). Entrepreneur yang berada di kuadran kanan adalah entrepreneur yang disarankan oleh ayah kaya Robert T. Kiyosaki, seorang B (Big business owner), dan seorang I (Investor).

Dikutip dari buku Rich dad's Before You Quit Your Job, ada beberapa keterampilan yang perlu dikuasai oleh seorang entrepreneur, diantaranya:
  • Kemampuan mengubah filosofi dari keamanan ke kebebasan
  • Kemampuan beroperasi tanpa uang
  • Kemampuan beroperasi tanpa keamanan
  • Kemampuan berfokus pada peluang alih-alih sumber daya
  • Memiliki perbedaan gaya pengelolaan untuk mengelola orang-orang yang berbeda
  • Kemampuan mengelola orang dan sumber daya yang tidak mereka kendalikan
  • Berorientasi pada tim dan nilai alih-alih promosi dan bayaran
  • Pembelajar yang katif - tanpa hari kelulusan
  • Pendidikan yang umum alih-alih terspesialisasi
  • Keberanian untuk bertanggung jawab atas keseluruhan bisnis

Menurut Robert T. Kiyosaki, ketika seseorang memutuskan meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi seorang entrepreneur, dia sedang dan akan mengalami beberapa peralihan, diantaranya:
  • Dari hasrat akan keamanan menjadi hasrat akan kebebasan
  • Dari hasrat akan gaji tetap menjadi hasrat akan kemakmuran besar
  • Dari melihat nilai dalam ketergantungan menjadi melihat nilai dalam kemandirian
  • Membuat aturan sendiri alih-alih mematuhi aturan orang lain
  • Hasrat memberi perintah alih-alih menerima perintah
  • Keinginan untuk bertanggung jawab penuh alih-alih berkata, "Itu bukan pekerjaan saya."
  • Menentukan budaya perusahaan alih-alih mencoba menyesuaikan dengan budaya perusahaan orang lain
  • Membuat perbedaan dalam dunia ini alih-alih mengeluh mengenai persoalan dunia
  • Mengetahui cara menemukan masalah dan mengubahnya menjadi peluang bisnis
  • Memilih menjadi entrepreneur alih-alih karyawan

Karyawan dan entrepreneur adalah dua jenis yang berbeda. Belajarnya pun berbeda karena tujuannya juga berbeda. Karyawan identik dengan keamanan sementara entrepreneur lebih memilih kebebasan. Belajar untuk keamanan tidak sama dengan belajar untuk kebebasan. Orang-orang yang belajar untuk kebebasan mempelajari pelajaran yang berbeda dari orang-orang yang belajar untuk keamanan.

Kebebasan lebih penting daripada kehidupan. Seorang karyawan akan mencari keamanan, seorang entrepreneur akan mencari kebebasan. Tapi yang terpenting adalah Anda mempunyai kebebasan untuk menjadi diri Anda sendiri, terlepas dari apakah Anda adalah entrepreneur atau karyawan.

Baca juga :

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

Get Paid to View Sites