Belajar & Berbagi

Perjalanan Entrepreneur

Perjalanan Entrepreneur

Menjadi seorang entrepreneur itu seperti sebuah perjalanan. Menjadi entrepreneur harus berani menghadapi resiko dan sebuah keadaan baru. Entrepreneur yang sukses, mereka akan terus berjalan meski sering terjatuh. Mereka akan terus bangun meski mengalami beberapa kali kejatuhan.


Menjadi seorang dewasa malah menjadi banyak takut, bagi sebagian orang. Menjadi orang dewasa juga membuat dia mempunyai banyak cara untuk membuat alasan. Banyak orang yang menginginkan kehidupan yang lain, sebuah kehidupan yang bebas. Karena kejenuhan di pekerjaan atau aktifitasnya.

Cerita-cerita sukses dari para pebisnis membuatnya semakin merasa tidak betah dengan dunia kerjanya. Rasanya ingin sekali memiliki kehidupan seperti pebisnis sukses itu. Tapi berbagai alasan menghentikan asanya. Berbagai ketakutan terlalu kuat untuk dihilangkan. Mempunyai ketakutan itu normal, tetapi terbelenggu dengan rasa takut adalah hal lainnya.

Seorang entrepreneur akan menjalani sebuah perjalanan. Mungkin melakukan hal salah, mengalami kerugian, kehilangan uang, atau sederet cerita mengerikan lainnya. Adalah normal mempunyai rasa takut akan tertimpa hal tersebut. Tapi suatu ilmu lainnya bisa didapatkan ketika mengalami hal itu.

Dalam kehidupan ini kita selalu mempelajari sesuatu tentang hidup. Begitu juga dengan entrepreneur, mereka belajar dari apa yang telah mereka alami, termasuk dari kegagalannya.

Mari kita flasback ke belakang, masa ketika kita menjadi seorang bayi. Lihatlah bagaimana seorang bayi melakukan perjalanannya hingga menjadi seorang dewasa. Si bayi tahu kapan saat yang tepat untuk berubah, untuk melakukan sesuatu yang berbeda.

Ketika masih merangkak dan mencoba untuk berdiri dan belajar berjalan. Bayi mulai mencari pegangan. Berpegangan kepada kaki kursi, kaki meja, atau pada kaki orang tuanya. Dia mulai berdiri meski harus bersandar, meski tidak berdiri sendiri.

Selanjutnya, dia mencoba menggerakkan kakinya sambil masih berpegangan. Lalu dia terjatuh. Mungkin akan menangis karena seorang dewasa pun tahu ada jatuh yang membuat sakit. Bayi pun merasakan hal itu. Jika jatuhnya membuat dia sakit, dia akan menangis.

Berikutnya, esok harinya, hari-hari berikutnya, bayi tetap melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Mencari sesuatu untuk berpegangan lalu berdiri lagi, dan...terjatuh lagi. Meski tahu akan tetap mengalami jatuh, bayi tetap melakukannya.
Seorang entrepreneur perlu untuk mempelajari ini. Dalam perjalanannya, entrepreneur akan mengalami jatuh, terlepas dari jatuh yang membuat sakit atau tidak. Lihat sang bayi, meski sudah terjatuh, dia tetap berusaha lagi.

Si bayi melakukannya secara berulang-ulang. Meski beberapa kali gagal, si bayi tetap melakukannya. Kali ini bayi bisa berdiri tanpa harus berpegangan. Selanjutnya, bayi melakukan proses berikutnya dengan tetap mengalami kegagalan. Tangannya yang terlepas dari berpegangan mencoba menggerakkan kakinya untuk melangkah. Terjatuh, lalu bangun dan berdiri lagi. Proses itu dilakukan lagi berulang-ulang, sampai akhirnya bayi itu bisa berjalan meski tertatih-tatih.

Selanjutnya, si bayi bisa berjalan. Si bayi melalui proses antara merangkak dan berdiri. Melalui semua resiko yang ada antara merangkak dan berdiri.

Itulah perjalanan seorang bayi yang selalu bangun dan terus berusaha meski tahu dia akan terjatuh dan gagal lagi.

Baca juga :

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts