Belajar & Berbagi

Fakta-fakta Menarik Seputar Perkembangan E-Commerce di Indonesia

Fakta-fakta Menarik Seputar Perkembangan E-Commerce di Indonesia
Perdagangan elektronik atau e-commerce di Indonesia sepertinya belum menunjukkan kemunduran walau sempat diterpa isu layoff akibat masalah keuangan. Kenyataan yang ada malah sebaliknya, yakni peningkatan signifikan dari kemunculan beragam jenis e-commerce.

Berdasarkan laporan yang dirilis 8Commerce, pertumbuhan pembeli secara online mengalami kenaikan dari 15 juta pada 2016 menjadi—diprediksikan—75 juta pada 2020 mendatang. Selain itu, perempuan masih mendominasi jumlah pembeli dengan kategori mode yang mempunyai market share sekitar 51%. Diikuti gawai sebesar 16% dan produk perawatan kecantikan sebesar 7%.

Masih ada fakta-fakta menarik tentang perdagangan elektronik di Indonesia, antara lain:

Sistem mobile yang merajai pasar e-commerce

Seperti namanya, perdagangan elektronik sangat tergantung pada perangkat yang terkoneksi dengan internet. Kemudian, mengingat fakta bahwa masyarakat Indonesia dikenal sebagai salah satu pengguna internet terbesar di dunia, maka tak heran kalau e-commerce mengalami peningkatan signifikan di Tanah Air. Trafik untuk sumber atau source yang berasal dari gawai seperti ponsel pintar melonjak drastis. Hal tersebut menjadi tanda bahwa bila Anda mau bersaing secara sehat di pasar, maka bisnis e-commerce yang Anda jalankan harus memakai platform bersifat mobile friendly.

Ulasan produk dan toko jadi salah satu kunci penting

Kendati masih tergolong newbie di ranah e-commerce, konsumen Indonesia bukan tipe pelanggan yang gampang dibawa arus tren. Sebagian besar di antaranya masih cermat dan hati-hati saat akan membeli produk. Mereka akan melakukan riset kecil-kecilan seperti membaca ulasan yang diberikan pembeli lain terhadap produk yang diincar. Semakin bagus ulasan atau tinggi peringkat (rating) yang diberikan kepada toko atau produk, maka semakin yakin pula konsumen untuk membelinya. Sehingga sampai kini, dengan kecenderungan sulit percaya pada hal baru, ulasan produk dan toko masih sangat dibutuhkan.

Sifat pelanggan atau konsumen yang agak manja

Di sisi lain—walau cermat menilai produk—rupanya konsumen Indonesia termasuk orang-orang manja. Mereka punya keinginan terus dilayani tanpa banyak usaha. Sifat ini yang lantas membuat online shop menyediakan berbagai layanan atau fasilitas untuk memudahkan proses belanja secara online. Bukan cuma dalam transaksi, kadang layanan tersebut berlangsung hingga pengiriman produk yang dibeli konsumen. Sifat yang agak manja ini mungkin cukup merepotkan, tetapi bagi pelaku bisnis e-commerce justru jadi peluang menguntungkan.

Masih memilih metode pembayaran konvensional

Bertolak belakang dengan kebutuhan pemakaian internet yang tinggi, dalam soal transaksi cashless, masyarakat Indonesia bisa dikatakan belum terbiasa. Hal ini terlihat dari rendahnya pemakaian credit card atau kartu kredit. Pada 2015 saja, pembayaran belanja online masih didominasi teller bank atau ATM, yakni mencapai lebih dari 5.000 transaksi. Sementara itu sekitar 2.000 transaksi dilakukan melalui internet banking dan sisanya lewat cash on delivery (COD). Fakta ini menjadi salah satu isu sekaligus tantangan yang harus diantisipasi para pelaku bisnis e-commerce di Indonesia.

Konsumen/pelanggan online didominasi usia 25-34 tahun

Sebenarnya, fakta ini tidak terlalu mengejutkan mengingat sebagian besar pemakai internet di Indonesia datang dari kalangan muda-mudi di awal 20-30 tahun. Tidak sedikit pula remaja di bangku SMP dan SMA yang sudah mengenal sistem belanja online untuk membeli produk incaran mereka. Namun, kaum yang disebut millenial ini umumnya lebih sering mencoba saat sedang memilih produk dan sukar membangun loyalitas terhadap brand. Di sisi lain, mereka juga tak sungkan mengeluarkan banyak uang demi membeli barang yang mereka anggap sangat bernilai.

Setiap brand atau merek mempunyai online store sendiri

Fakta terakhir yang harus diamati oleh pelaku bisnis perdagangan elektronik adalah seputar online store. Maraknya keberadaan marketplace rupanya disadari oleh para pebisnis yang sudah dalam berkecimpung di dunia usaha. Untuk menjaga pelanggan sekaligus menarik konsumen baru, mereka lantas membuat toko virtual sendiri. Dalam website resmi pun, mereka mencantumkan tab khusus penjualan produk yang akan memudahkan konsumen dalam bertransaksi. Dengan begitu, persaingan pun akan semakin ketat bagi Anda yang memang ingin menjalankan bisnis e-commerce secara online.

Semoga informasi ini dapat membantu Anda!

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts